Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi mahasiswa semester VI pada 2–6 Juni 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan melakukan pembelajaran lapangan di Program Studi Pengobatan Tradisional, Fakultas Kesehatan dan Sains, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, serta Suryani Institute for Mental Health, Bali.
Pada hari pertama kunjungan di UNHI, rombongan mahasiswa diterima di Aula Rektorat UNHI. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh materi dari Ketut Merdana Sugiarta, dosen sekaligus praktisi wellness dan kesehatan holistik.
Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya membangun lima dimensi kesehatan holistik, yaitu dimensi fisik, psikologis, sosial, lingkungan, dan spiritual. Menurutnya, pencapaian kesehatan holistik menjadi hal yang krusial mengingat masih sangat sedikit populasi dunia yang mampu mencapai kondisi sehat secara utuh pada seluruh dimensi tersebut.
Kesehatan holistik tidak hanya berfokus pada kondisi individu, tetapi juga mencakup kesehatan lingkungan fisik dan sosial yang membentuk manusia menjadi pribadi spiritual yang paripurna. Oleh karena itu, kesehatan dipahami sebagai keadaan yang melibatkan keseimbangan antara tubuh, pikiran, hubungan sosial, lingkungan, dan spiritualitas.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa nilai-nilai dan keyakinan agama menjadi faktor penting yang dapat membantu manusia mencapai kesehatan holistik. Dalam tradisi Hindu, konsep tersebut diwujudkan melalui ajaran Tri Hita Karana, yang meliputi Parahyangan (hubungan harmonis manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis antarsesama manusia), dan Palemahan (hubungan harmonis manusia dengan alam). Ketiga unsur tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan kehidupan yang sehat, seimbang, dan harmonis secara spiritual.






