Semarang – Sebanyak lima dosen muda dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan UIN Walisongo sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) yang ditunjuk oleh Kementerian Agama RI. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme dosen pemula di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan.
Kelima dosen FUHUM tersebut adalah Achmad Azis Abidin, M.Ag. (Program Studi Ilmu Hadis), Aulia Rakhmat, M.A. (Program Studi Studi Agama-Agama), Dr. Rahman Hakim (Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), Hasan Labiqul Aqil, M.A. (Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam), serta Muhammad Najieb Sholih, M.Ars. (Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam).
Saat ini, para peserta telah menyelesaikan tahapan In Service Course 1 (ISC-1) yang berlangsung secara luring pada 10–11 Juni 2026 di Quest Hotel Simpang Lima, Semarang. Tahap ini difokuskan pada penguatan kompetensi dasar dosen melalui pelatihan, diskusi, dan pembekalan berbagai materi strategis yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Salah seorang peserta, Achmad Azis Abidin, M.Ag., menyampaikan apresiasinya atas kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, PKDP tidak hanya memberikan penguatan kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan dosen dari berbagai perguruan tinggi.
“Saya sangat bersyukur dapat mengikuti PKDP pada tahun ini. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik,” ujar Azis.
Selanjutnya, peserta akan melanjutkan rangkaian PKDP melalui On the Job Course (OJC), yaitu tahap implementasi hasil pelatihan di institusi masing-masing. Program kemudian akan ditutup dengan In Service Course 2 (ISC-2) secara daring, yang berisi evaluasi, refleksi, dan penilaian capaian pembelajaran peserta. Ketiga tahapan tersebut dirancang secara terintegrasi agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik pembelajaran.
PKDP 2026 sendiri berlangsung pada 8–23 Juni 2026 dengan skema pembelajaran hybrid yang memadukan kegiatan daring dan luring. Program ini diikuti oleh 144 dosen pemula dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Berbagai materi yang diberikan mencakup pengembangan karier dan jabatan fungsional dosen, perencanaan dan evaluasi pembelajaran, model pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, hingga paradigma kesatuan ilmu.
Keikutsertaan lima dosen FUHUM dalam PKDP 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas akademik dan profesional mereka sebagai pendidik. Selain menjadi sarana pengembangan kompetensi, PKDP juga merupakan salah satu prasyarat bagi dosen untuk mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos), sehingga memiliki peran strategis dalam pengembangan karier akademik dosen di masa mendatang.





