Denpasar, Bali – Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) dan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan antara agama, spiritualitas, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.
Kunjungan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang dengan BDK Denpasar sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan diikuti oleh Kaprodi dan Sekprodi Studi Agama-Agama dan Aqidah dan Filsafat Islam, dosen pembimbing lapangan, tenaga kependidikan, serta mahasiswa peserta KKL.

Dalam sesi pemaparan, Kepala BDK Denpasar memperkenalkan program ekoteologi yang menjadi salah satu fokus transformasi kelembagaan. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenai implementasi Kerangka Operasional 5 Pilar Transformasi BDK Denpasar, yaitu Eco-Learning System, Eco-Office, Laboratorium Ekoteologi, Kampanye Digital, dan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Melalui konsep Eco-Learning System, mahasiswa diajak memahami bagaimana isu lingkungan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran keagamaan. Sementara itu, Eco-Office menunjukkan komitmen institusi dalam menerapkan tata kelola yang ramah lingkungan. Adapun Laboratorium Ekoteologi dikembangkan sebagai ruang eksperimen sosial untuk mendorong lahirnya aksi nyata dalam merespons berbagai persoalan ekologis.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada strategi Kampanye Digital yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran narasi ekologis berbasis nilai-nilai agama. Pendekatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran lingkungan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak merefleksikan peran strategis Generasi Z dalam menghadapi tantangan krisis lingkungan dan perubahan iklim. Sebagai generasi yang akan memegang peran penting di masa depan, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan mengenai hubungan agama dan lingkungan, etika ekologis, serta kontribusi generasi muda dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya peran agama dalam menjawab persoalan lingkungan kontemporer.
Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa Prodi SAA dan AFI tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai ekoteologi, tetapi juga melihat secara langsung praktik implementasinya dalam kebijakan dan program kelembagaan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran ekologis mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.






