Oleh: Rita Andria Ismawati
Mahasiswa IAT UIN Walisongo
Jombang, – Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang terus memperluas jejaring dan kolaborasi keilmuan. Kali ini, FUHUM UIN Walisongo resmi menjalin kerja sama dengan Ribath Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin, 7 September 2026.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Dr. H. Mokh. Syaroni, M.Ag., bersama Pengasuh Ribath Hidayatul Qur’an Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Dr. KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi, Lc., M.A., yang akrab disapa Gus Awis.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren, khususnya dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir. Melalui PKS ini, kedua lembaga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai bidang akademik dan pengembangan keilmuan.
Dekan FUHUM UIN Walisongo, Dr. H. Mokh. Syaroni, M.Ag., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Ribath Hidayatul Qur’an menjadi bagian penting dalam memperluas ruang belajar dan pengalaman akademik mahasiswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga membutuhkan pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi dengan berbagai tradisi dan lembaga keilmuan.
“Pendidikan tidak hanya di dalam kelas. Penting bagi mahasiswa untuk belajar lintas institusi agar dapat melihat proses pembentukan keilmuan di luar kampus. Dari sana, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman dan nuansa baru dalam memahami ilmu,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan dampak nyata dalam pengembangan keilmuan mahasiswa, khususnya di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kolaborasi antara kampus dan pesantren, menurutnya, menjadi ruang penting untuk mempertemukan tradisi akademik perguruan tinggi dengan khazanah keilmuan Islam yang berkembang di pesantren.
Sementara itu, Gus Awis menyambut baik terjalinnya kerja sama antara FUHUM UIN Walisongo Semarang dan Ribath Hidayatul Qur’an PP Darul Ulum Jombang. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya melanjutkan tradisi para ulama dalam menyebarkan dan mengembangkan ilmu agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami melakukan ini sebagai bagian dari upaya mengikuti jejak para ulama yang senantiasa menebarkan ilmu agar dapat memberikan manfaat. Ilmu harus terus diwariskan dan dikembangkan agar memberikan kemaslahatan bagi banyak orang,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam berbagai bidang. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan akademik dan pembelajaran lintas institusi.
Gus Awis berharap kerja sama tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, menggali khazanah keilmuan secara lebih luas, serta memiliki keterikatan yang semakin kuat terhadap Al-Qur’an.
Ke depan, PKS antara FUHUM UIN Walisongo Semarang dan Ribath Hidayatul Qur’an PP Darul Ulum Jombang diharapkan dapat berkembang melalui berbagai kegiatan akademik, kajian keilmuan, penelitian, serta publikasi karya ilmiah dan jurnal.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat antara kampus dan pesantren dalam mengembangkan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir serta melahirkan generasi akademisi yang memiliki kedalaman ilmu dan keluasan wawasan.






