Pekalongan – Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi (TP), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan tasawuf dan psikoterapi melalui keikutsertaan aktif pada Musyawarah Nasional (Munas) III Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) yang dirangkaikan dengan The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (ICSP) 2026 dengan tema “Re-actualizing Sufi and Psychotherapeutic Knowledge in Response to the Global Mental-Spiritual Health Crisis and Social Transformation”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu–Jumat, 22–24 Juli 2026, bertempat di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan Hotel Dafam Pekalongan.

Kegiatan yang diselenggarakan atas kerja sama Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini menjadi forum strategis bagi para akademisi, peneliti, praktisi, serta pengelola Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat jejaring akademik, berbagi hasil penelitian, serta merumuskan arah pengembangan keilmuan tasawuf dan psikoterapi di Indonesia.
Musyawarah Nasional III KOTATERAPI dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi dan institusi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi, antara lain UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas PTIQ Jakarta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Institut Al Fitrah Surabaya, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, STAI Al Mujtama’, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Syekh Wasil Kediri, ISQI Sunan Pandanaran, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Kudus, UIN Raden Mas Said Surakarta, serta tuan rumah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kehadiran berbagai institusi tersebut mencerminkan semakin luasnya jejaring kolaborasi nasional dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang tasawuf dan psikoterapi.
Delegasi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo Semarang dipimpin oleh *Ketua Program Studi, Dr. Sri Rejeki, S.Sos.I., M.Si., didampingi Sekretaris Program Studi Royanulloh, M.Psi.T., serta dosen Fitriyati, M.Si., Psikolog dan Sakdullah, M.Ag. Kehadiran pimpinan dan dosen Prodi TP dalam forum ini menjadi wujud komitmen institusi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, memperkuat jejaring akademik, serta meningkatkan kualitas pendidikan di bidang tasawuf dan psikoterapi.

Tidak hanya sivitas akademika, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan jejaring alumni. Sejumlah alumni Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo turut berpartisipasi aktif, yaitu *Andika, M.Ag., Dika Dwiyanto, M.Si., Atika Ulfia Adlina, M.S.I.,* dan *Dianing Pra Fitri, M.S.I.* Kehadiran para alumni menunjukkan eratnya hubungan antara program studi dengan lulusannya sekaligus menjadi bukti kontribusi alumni dalam pengembangan keilmuan tasawuf dan psikoterapi di berbagai institusi.
Dalam rangkaian kegiatan ini, delegasi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo turut mempresentasikan paper ilmiah berjudul “A Conceptual Framework for Spiritual Mental Health Management among Individuals and Communities.” Paper tersebut menawarkan kerangka konseptual mengenai manajemen kesehatan mental spiritual yang mengintegrasikan paradigma mental well-being, pendekatan biopsikososial-spiritual, fungsi-fungsi manajemen, psikologi Islam, serta nilai-nilai tasawuf sebagai pendekatan holistik dalam meningkatkan kesejahteraan mental individu maupun komunitas. Presentasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Walisongo dalam memperkaya diskursus internasional mengenai pengembangan kesehatan mental spiritual.
Selain menjadi forum diseminasi hasil penelitian, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional III KOTATERAPI yang membahas laporan pertanggungjawaban organisasi, evaluasi program kerja, penyusunan agenda strategis, serta pemilihan kepengurusan baru periode berikutnya. Hasil musyawarah menetapkan prof. Dr. R. Wijaya, M.Si. kembali dipercaya sebagai Ketua Umum KOTATERAPI, didampingi Prof. Hasani Ahmad Said, M.A. sebagai Ketua I, dan Dr. Ahmad Zain Sarnoto, M.Pd.I., M.A. sebagai Ketua II. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat peran KOTATERAPI sebagai wadah kolaborasi nasional dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang tasawuf dan psikoterapi.
Keikutsertaan aktif Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi FUHUM UIN Walisongo Semarang dalam Munas III KOTATERAPI dan The 1st International Conference on Sufism and Psychotherapy (ICSP) 2026 menjadi wujud nyata komitmen program studi dalam mendukung internasionalisasi akademik, memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan produktivitas riset, serta menghasilkan inovasi keilmuan yang relevan dengan tantangan kesehatan mental masyarakat. Partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan kurikulum bersama berbagai perguruan tinggi anggota KOTATERAPI, sehingga semakin memperkuat posisi Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi FUHUM UIN Walisongo Semarang sebagai salah satu pusat pengembangan kajian tasawuf dan psikoterapi yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.






