Semarang, 17 September 2026 — Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), UIN Walisongo Semarang terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui Dual Degree Program bersama Ming Shin University of Science and Technology (MUST), Taiwan.
Sebagai bagian dari persiapan keberangkatan, UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Pre-Departure Dual Degree Program pada Rabu (17/9). Kegiatan ini menjadi momentum pembekalan bagi mahasiswa ISAI yang akan mengikuti program Dual Degree di Taiwan, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan akademik, sosial, dan budaya yang berbeda. Kegiatan diawali dengan penyampaian dari International Office UIN Walisongo Semarang, Agus Muthohar, yang memberikan informasi terkait persiapan dan proses pemberangkatan mahasiswa. Ia juga menyampaikan perkembangan komunikasi dan koordinasi antara UIN Walisongo Semarang dengan pihak Ming Shin University of Science and Technology dalam rangka pelaksanaan program Dual Degree.
FUHUM Perkuat Komitmen Internasionalisasi
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, Mokh Sya’roni, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Dual Degree merupakan hasil kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, khususnya pimpinan universitas, International Office, fakultas, dan program studi.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen FUHUM untuk terus mengembangkan internasionalisasi pendidikan.
“Keberhasilan mahasiswa dalam program ini tidak dapat terlaksana dengan lancar tanpa dukungan dari International Office dan Rektor. Kami berkomitmen untuk terus melakukan internasionalisasi dalam pengembangan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora,” ungkap Mokh Sya’roni.
Menurutnya, pengembangan program internasional ke depan tidak hanya diarahkan pada perguruan tinggi di Taiwan. FUHUM juga akan terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri yang telah menjalin kerja sama dengan UIN Walisongo. Pengembangan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan semakin banyak kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional, memperluas jejaring, serta mengenal lingkungan pendidikan dan kebudayaan yang lebih beragam.
Mahasiswa Dipersiapkan Menghadapi Lingkungan Baru
Program Pre-Departure tidak hanya berfokus pada persoalan teknis keberangkatan. Mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan menghadapi lingkungan baru, terutama dari aspek budaya, cara pandang, kebiasaan, dan pola interaksi.
Rektor UIN Walisongo Semarang menyampaikan bahwa pembekalan tersebut penting agar mahasiswa memiliki gambaran mengenai kondisi yang akan dihadapi selama berada di Taiwan.
Salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah kemampuan menghadapi culture shock. Perbedaan lingkungan, bahasa, budaya, maupun kebiasaan dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa ketika pertama kali tinggal dan belajar di negara lain.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi. Sikap terbuka terhadap perbedaan juga menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang baik dengan lingkungan akademik maupun masyarakat di Taiwan. Mahasiswa juga diingatkan untuk mengurangi sikap etnosentrisme dalam memahami kebudayaan lain. Pengalaman belajar di luar negeri menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat keberagaman budaya dari perspektif yang lebih luas.
Membawa Etos Kecendekiaan UIN Walisongo
Selama mengikuti program Dual Degree, mahasiswa ISAI tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama UIN Walisongo Semarang di lingkungan internasional.
Karena itu, mahasiswa diharapkan senantiasa menjaga nama baik institusi melalui sikap, etika, dan perilaku akademik selama berada di Taiwan.
Rektor juga menekankan pentingnya membawa etos kecendekiaan sebagai bagian dari karakter mahasiswa UIN Walisongo. Sikap kritis, ilmiah, rasional, dan berbasis scientific reasoning diharapkan tetap menjadi bagian dari proses belajar mahasiswa selama mengikuti pendidikan di luar negeri.
Pengalaman Dual Degree diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, memahami perbedaan budaya, dan mengembangkan kompetensi profesional.
Perwakilan mahasiswa menyampaikan terima kasih atas dukungan dari universitas, fakultas, program studi, serta seluruh civitas akademika UIN Walisongo yang telah mendampingi mahasiswa sejak proses seleksi hingga persiapan keberangkatan.
Rangkaian kegiatan Pre-Departure kemudian ditutup dengan penyerahan Letter of Acceptance (LoA) secara simbolis oleh Rektor UIN Walisongo Semarang kepada peserta Dual Degree.

Keikutsertaan sembilan mahasiswa ISAI dalam program Dual Degree ini menjadi bagian dari langkah nyata Prodi ISAI dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa ke tingkat internasional. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan pengalaman belajar di Taiwan untuk memperluas perspektif keilmuan, membangun jejaring, memahami keberagaman budaya, serta mengembangkan kompetensi di bidang seni dan arsitektur.
Program Dual Degree bersama Ming Shin University of Science and Technology sekaligus menjadi bagian dari upaya ISAI FUHUM UIN Walisongo untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global.






